Bima it’s Mbojo*

View Kota Bima dari puncak "Doro Raja" / Makam para Raja Bima (C) Abdul Azis "Gizan"

Banyak orang di indonesia raya ini tidak mengenal bahkan tidak tahu Mbojo, dalam bahasa Jawa, Mbojo merupakan kata untuk atau sebutan untuk seorang istri "bojo" bukan "mbojo" seperti "bojomu saiki nengdi cah" sehingga keseleo lidah sedikit akan menjadi "mbojomu saiki nengdi cah" yang memiliki arti secara kasarnya "istrimu dimana sekarang nak". ah lupakan itu semua. Mbojo merupakan daerah yang berada di ujung timur pulau sumbawa, kebanyakan masyarakat dunia mengenal sumbawa, padahal mereka datang dan bertandang di daerah Mbojo, kenapa bukan bima, sejarah lengkapnya silahkan mencari di mesin pencari yang ada di komputer atau tablet anda semuanya. Mbojo dengan banyak potensi yang masih tersembunyi, tidak seperti Lombok dengan beragam wisatanya yang sudah di eksplor habis-habisan oleh semua orang di dunia ini, namun Mbojo sama sekali tidak ada berita tentang keindahan yang ada, yang ada hanya "perang" dan "tawuran" antar masyarakat dan lain sebagainya. Bima atau Mbojo (saya menyebutnya Mbojo) merupakan surga (bagi saya dan sedikit kawan-kawan saya) yang berada jauh dari hiruk pikuk dunia wisata, wisatawan datang, turun di bandara dan menuju ke lakey peak (tempat surfing dunia yang gelombang arah kiri) atau melanjutkan langsung perjalanan ke daerah timur menuju labuan bajo atau pulau komodo. Apa saja yang indah di Dana Mbojo (Tanah Mbojo), semuanya ada,semuanya lengkap, mulai dari dasar lautan yang begitu menawan, sampai dengan puncak gunung Sangiang dan Tambora yang manawan dan membuat mata, raga serta imajinasi begitu sempurna. Budaya dan kharismatik yang ada bukan hanya sebuah kata pemanis, namun lebih dari itu, semuanya adalah kenyataan yang ada di "dana Mbojo" semuanya sudah lengkap.
Please follow and like us:
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *