Tembe Renda

motif

Motif "Wunnta Samobbo" tembe Renda (tallent : Qurnia, Wardobe : Ipa Fatmawati, Location : Kenawa Islanda, Picture by : Abdul Azis Gizan)

Identitas suatu budaya dapat beragam bentuk dan jenis dengan keunikan dan kearifan lokalnya masing-masing. Salah satu dari sekian banyak bentuk budaya khas Nusantara adalah ragam tenunan. Kain tenun mbojo, misalnya, merupakan kain tenun khas asal daerah Bima dan beberapa daerah di sekitar Gunung Tambora, kepulauan Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kain tenun Bima atau Mbojo digunakan oleh masyarakat Bima sebagai pakaian sehari-hari pada masa kesultanan Bima. Saat itu diberlakukan peraturan adat bahwa setiap wanita yang memasuki usia remaja harus memiliki keterampilan menenun kain Bima atau Mbojo untuk pakaian mereka sendiri atau untuk dijual sebagai mata pencaharian wanita pada masyarakat Bima. Kabarnya, kain tenun Mbojo juga digunakan sebagai pakaian yang wajib dikenakan wanita muslim masyarakat Bima pada saat keluar rumah yang disebut rimpu. Rimpu adalah pakaian yang terdiri dari dua kain tenun Mbojo yang menutupi tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah. Rimpu mulai dikenakan oleh wanita Bima dan sebagai identitas bagi wanita muslim Bima saat kerajaan Islam berdiri pada tahun 1640. Wanita muslim Bima yang tidak mengenakan rimpu saat keluar rumah, dianggap melanggar norma agama dan adat. Namun seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 1960, rimpu mulai ditinggalkan dan wanita muslim lebih banyak mengenakan pakaian modern dan jilbab. Ada beberapa macam kain tenun yang ada di bima, yang pada umumnya masyarakat bima mengenal TEMBE NGGOLI atau kain sarung yang sering di pakai oleh orang bima (Mbojo) keseharian dengan motif garis lurus dengan dasar warna hijau, biru atau merah. Persebaran kain tenun ini sampai sekarang di gunakan oleh sebagian besar masyarakat petani atau peladang, ciri khas dari sarung ini adalah HANGAT KETIKA MUSIM DINGIN dan DINGIN KETIKA MUSIM PANAS. Selain TEMBE NGGOLI, ada lagi jenis kain tenun yang sering di gunakan oleh warga bima pada umumnya untuk bahan baku pakaian berupa baju atau rok, yaitu TENUNAN motif RENDA, dimana tenunan ini diperkenalkan oleh warga RENDA kec. Belo kepada para penenun di kelurahan NTOBO kota bima (menurut cerita dari masyarakat penenun di Ntobo kota bima) sehingga sampai sekarang, sentral tenunan motif Renda ini berpusat di Ntobo Kota Bima. Tembe Renda, masyarakat Bima biasa menyebutnya sekarang, sudah terkenal sampai ke manca negara, biasa di jadikan buah tangan tersendiri untuk kenang-kenangan ketika berkunjung ke Bima atau Mbojo, di padu padankan dengan pakaian resmi atau formal kenegaraanpun bisa, bahkan perancang busana internasional pernah mengangkat secara khusus tenunan motif renda ini untuk fashion show di salah satu acara internasional. (untuk info lebih lanjut, silahkan email ke : info@umalengge.com / umalengge.bima@gmail.com)
Please follow and like us:
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *