Sindikat*

mungkin dengan melihat judul dari tulisan ini akan sedikit berbeda persepsi kita apa yang akan di tulis oleh saya selanjutnya, mungkin pada awalnya kita berpikir bahwa sindikat merupakan sebuah kelompok orang yang selalu membuat tidak nyaman di lingkungan sekitarnya atau sebuah organisasi layaknya yakuza atau gengster yang kebanyakan orang tau pembuat masalah dan pemegang beberapawilayah kekuasaan dan pemerintahan sebuah negeri, namun SINDIKAT yang ini beda. Beda dalam artian yang sesungguhnya, ada kelanjutan dari nama Sindikat ini, SINDIKAT FOTOGRAFER WILDLIFE BIMA-DOMPU, wao, kenapa harus di awali dengan sindikat?? kenapa tidak langsung ke fotografer Wildlife Bima-Dompu saja atau pakai nama yang lainnya. Ketika team Ekspedisi NKRI tahun 2015 bertandang di bima, team flora fauna meminta kepada team Sindikat untuk membantu penelitian satwa berupa burung hutan dan pantai yang ada di bima, ketika penelitian selesai dan akan dibuatkan jurnal, mereka meminta agar nama Sindikat tidak diawali dengan kata Sindikat namun dengan kata yang lain, otomatis kawan-kawan yang tegabung dalam team sindikat menolak permintaan tersebut.
sindikat

sebagian team sindikat (hunting malam di wilayah madapangga bima)

Sebelum nama Sindikat dijadikan nama resmi perkumpulan para fotografer wildlife Bima - Dompu, terjadi tarik ulur dalam penentuan nama, Jeri atau jerico menginginkan harus ada nama bagi kelompok kecil ini dimana nama tersebut harus kelihatan beda dengan nama-nama kelompok fotografer di belahan indonesia lainnya, Om Olan menyetujui dengan nama Sindikat ssebagai permulaan dari Fotografer karena sindikat bukan hanya berkonotasi jelek atau tidak bagus, namun dalam Kamus bahasa Indonesia, Sindikat mempunyai arti "perkumpulan atau wadah", sehari dua hari nama tersebut di diskusikan lebih lanjut lagi dengan para tetua di dalam group yang baru dibentuk, terjadi tarik ulur, namun keinginan berbeda dari kebanyakan group lain lebih besar ahirnya nama SINDIKAT sebagai permulaan disetujui, jadilah SINDIKAT FOTOGRAFER WILDLIFE BIMA-DOMPU yang area kerjanya adalah konservasi dan pendokumentasian satwa di alam habitatnya Bima-Dompu. Sindikat bergerak dalam pendokumentasian satwa alam liar hususnya dunia burung atau kehidupan burung di habitatnya, kenapa harus burung, apakah tidak ada yang lain lagi selain burung? bagi team sindikat, sebenarnya bukan hanya burung yang didokumentasikan, namun semua jenis di dokumentasikan oleh team sindikat, Incsecta, reptile, mamalia, amfibi dan tentunya Aves.
pameran

Pameran terbuka hasil karya team sindikat bersama team Alpharian regional Bima-Dompu di Taman Ria Kota Bima

Sejarah perjalanan yang begitu singkat sebenarnya, namun bisa menorehkan beberapa prestasi yang bisa dibilang mendunia di wilayah kehidupan alam bebas hususnya di dunia Aves atau perburungan, Database dunia bidang Aves seakan diperbaharui dengan hadirnya dokumentasi wilayah sunda kecil yang termasuk didalamnya adalah daerah Bima NTB yang sering di lewati oleh ahli ornothologi, University of China turut membantu dalam mempublish hasil karya kawan-kawan sindikat di websitenya juga untuk keberagaman aves wilayah indonesia timur dan tenggara. Daerah jelajah sindikat bukan hanya di wilayah Bima dan Dompu saja, namun daerah sumbawa dan sekitarnya juga merupakan daerah jelajah team sindikat dengan berkolaborasi bersama kawan-kawan Sumbawa backpacker yang merupakan tuan rumah dari wilayah sumbawa, pulau moyo dan sekitarnya. Untuk wilayah Bima - Dompu, team sindikat sudah 70% menjelajah kawasan yang di prediksi memiliki keberagaman yang berbeda dari satu kawasan dengan kawasan yang lainnya, respon hebat datang dari luar NTB kepada team sindikat atas hasil jerih payahnya selama ini, hasil dokumentasi team sindikat ada beberapa yang menghiasi buku-buku satwa aves yang diterbitkan oleh kawan-kawan wildlfe di indonesia. Sukses terus SINDIKAT.
Please follow and like us:
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *