Bima atau Thor??

Dalam referensi naskah jawa ataupun apalah namanya itu, bima digambarkan sebagai seorang kesatria (pendekar/jagoan) laki-laki yang di titahkan oleh seorang dewa, jika kita pernah melihat atau menonton film thor, kemungkinan besar itu adalah bima jaman sekarang, dengan palu di tangannya, thor bisa menghancurkan sesuatu dengan mudah dan membangun sesuatu dengan mudah bahkan sangat mudah, begitu juga dengan bima, memiliki sebuah gada yang selalu dibawa kemana-mana untuk menghancurkan musuh atau ketidak baikan yang ada di dunia ini menjadi baik dan lebih baik lagi. Seorang bima, pada jaman sekarang dikaitkan dengan tokoh pewayangan yang sering di mainkan oleh dalang di daerah jawa, digambarkan sebagai seorang anak yang sangat patuh dan taat akan perintah orang tua, diberi kekuasaan yang sangat besar dan kekuatan diatas rata-rata, bahkan tidak jarang, bima bisa membuat apa yang tidak bisa dibuat oleh yang lainnya dengan kekuatan yang dia miliki. Terlepas dari itu semua, dari tokoh pewayangan dan si thor tokoh animasi yang dibuat oleh disneyland entah dimana itu, bima merupakan nama sebuah daerah yang ada di wilayah nusa tenggara barat bagian timur, merupakan wilayah administratif tersendiri yang sudah ada sebelum kemerdekaan negeri ini, dan mendedikasikan diri menjadi bagian negeri ini oleh seorang sultan sehingga presiden pertama republik ini datang berkunjung ke bima untuk bisa lebih dekat dengan masyarakatnya, sisa kedatangan sang presidenpun masih ada sampai saat sekarang disebuah museum kesultanan di tengah kota. Entah sejak kapan nama daerah ini menjadi bima, pada jaman dahulu kala, nama daerah ini adalah MBOJO yang diambil dari suku kata KABUJU yang berarti TANAH YANG BERBUKIT-BUKIT, karena memang kontur daerah ini merupakan cekungan-cekungan dari beberapa bukit yang ada disekitarnya, namun masyarakat nusantara atau masyarakat negeri ini sudah terbiasa menyebut MBOJO dengan BIMA, dimanapun masyarakat Mbojo merantau, nama yang disebut adalah bima. Pada suatu waktu, saya pernah di tanya oleh seseorang “mas, bima itu dimana, apakah masuk peta negara indonesia” dengan enteng saya menjawab “bima itu ada di sebuah daratan yang tidak pernah anda bayangkan letaknya, dan tidak ada dalam peta negara ini pada tahun penjajahan belanda dahulu kala, namun pada penjajahan belanda dahulu banget, bima sudah masuk kedalam peta negara ini, letaknya ada di ujung timur dari nusa tenggara barat” dengan santai pula dia menjawab “ooo” Sampai saat saya menuliskan ini, saya masih mencari apa bahasa Mbojo-nya dari kata Bima ini, apakah nama seseorang atau sebutan tampa maksud saja, namun entahlah, yang penting sekarang, bima adalah Mbojo itu sendiri dan memiliki senjarah tersendiri dalam pembentukan daerah administratif negeri ini ataupun memiliki sejarah tersendiri ketika masa kerajaan dan kesultanan. _continue
Please follow and like us:
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *