#surgaituadadisini

Ada hastag yang diberian oleh seorang kawan kepada saya, #hanyadisini dan ada yang mengatakan bahwa itu apa? Dijelaskan oleh kawan saya tersebut, ya memang hanya di sini, bukan di tempat lain dan di belahan bumi yang lain, #hanyadisini saja tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan pemandangan yang indah dan aduhai, setelah itu ada yang menyambungkannya dengan hastag #wanitarahasia, wao ini apaan she, apa maksud dengan hastag itu lagi, apakah #wanitarahasia itu #hanyadisini?? oh tuhan, rasanya lengkap sudah perasaan jika itu memang ada, ahirnya salah seorang kawan saya menambahkan satu hastag lagi #kopitanpagula ya karena mereka memang menikmati kopi tanpa gula ketika mereka pergi ke suatu tempat yang dirasa tempat tersebut sangat bagus dan memikat hati. Ahirnya saya menambahkan satu hastag #surgaituadadisini, sehingga ketika kami mengapload sebuah gambar bisa dipastikan hatag yang ada merupakan gabungan dari empat hastag tersebut #hanyadisini bersama @wanitarahasia menikmati #kopitanpagula karena memang #surgaituadadisini yach empat hastag menyatu dalam satu gambar dan membentuk sebuah kata yang asik untuk dibaca. Berkaitan dengan hal tersebut, kawan-kawan yang suka berpetualang dan mengantar tamu jauh yang datang untuk menikmat alam tanah bima ini kadang sedikit terpesona di beberapa waktu, semisal pagi, ada banyak hal yang bisa di lihat ketika pagi di tanah bima ini, salah satunya adalah kabut tipis yang menggelantung diatara celah bukit dan perkampungan, contoh kecil adalah jatiwangi.

Pemandangan #jepretbima

A post shared by iwan tezar wijaya (@iwan_tezar) on

Kemarin dulu saya pernah mengirimkan artikel lepas di website ini, kalau tidak salah “jatiwangi, neraka dkeindahan” ya saya harus mengakui, tulisan tersebut sedikit tidak teratur, kayaknya sama dengan tulisan ini masih sedikit ngawur juga saya rasa, tapi tak apalah, setidaknya saya sudah mencoba untuk bercerita tentang keindahan bima dari sudut pandang saya, selain keindahan, kebobrokan tanah bima juga saya tulis yaaaa walaupun sedikit sih, karena saya tidak memiliki referensi jelas akan itu semua, hanya sebatas pikiran saya saja. Jatiwangi, tempat yang baru dikenal oleh sebagian masyarakat bima ahir-ahir ini, menggantikan bukit rade raja / dana traha sebagai tempat nongkrong atau berkumpulnya anak-anak muda yang menghindar dari kebisingan suara knalpot di kota bima, memang harus diakui, bukit jatiwangi memiliki magnet tersendiri dalam pemandangan khususnya pada pagi hari. Ada apa sebenarnya dengan jatiwangi ini, apakah memang seindah dan secantik yang digambarkan beberapa foto yang dihasilkan oleh kawan-kawan?? menurut saya pribadi, bukit jatiwangi akan menjadi sebuah tempat yang sangat istimewa ketika pengelolaannya baik dan benar, kenapa? Apakah sampai detik ini jatiwangi khusunya bukit ini tidak dirawat dengan baik dan benar oleh para pedagang dan para pemilik lahan? Bisa saya katakan, perawatan untuk bukit jatiwangi sangat kurang, ya bahkan bisa dikatakan sangat minim perawatan, sampah sisa makanan berupa plastik dan lain sebagainya tidak di olah dengan baik bahkan berserakan dimana-mana, belum lagi parkir yang semrawut, ditambah lagi anak-anak muda yang duduk di pinggir jalan pas di tikungan tanjakan semaunya sekaan terlihat tidak terawat. Ditambah lagi dengan ketidak adanya kakus (toilet permanen dan pantas) untuk buang air kecil ataupun BAB dan itu menjadi sebuah masalah tersendiri untuk pengunjung yang datang menikmati pemandangan alam di sini, Tidak usah membahas masalah ini, karena masalah sampah sudah dikendalikan oleh pemilik lahan dan para pedagang di sini pada suatu saat nanti, lebih baik kita membahas keindahan saja, karena daya tarik yang bagus adalah keindahan dan itu tidak bisa di pungkiri lagi.

Explore bukit jatiwangi #jepretbima

A post shared by iwan tezar wijaya (@iwan_tezar) on

Seperti tulisan pertama saya tentang jatiwangi di blog ini dahulu, ada neraka di dalam surga, dan saya harus akui hal tersebut di bukit jatiwangi ini, banyak kawan-kawan pelancong yang datang menikmati indahnya bukit jatiwangi ketika pagi hari dan ketika matahari terbenam, bahkan ada yang bersedia tidur di sini. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang jatiwangi, kita lihat hasil foto kawan-kawan tentang jatiwangi “hell”.
https://www.instagram.com/p/BOUcvs3B63t/?taken-by=oktofiandri
#hanyadisini dengan #kopitanpagula dan #wanaitarahasia karena memang #surgaituadadisini. *gizan
Please follow and like us:
1

One thought on “#surgaituadadisini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *