Uma lengge lagi dan lagi dan lagi

Banyak kisah yang terukir di uma lengge bagi sebagian orang, ketika datang ke bima, uma lengge adalah tujuan dari sekian banyak tujuan yang harus di datangi, lagi dan lagi dan lagi uma lengge adalah tempat yang tidak ada habisnya untuk di datangi dan di kunjungi lebih dan lebih. Apa sebenarnya uma lengge, daya tarik seperti apa yang ada di sini, dan bagaimana sebenarnya umalengge ini ada, semua pertanyaan itu tidak akan pernah terjawab ketika semuanya berdiam diri dalam kungkungan ide dan lain sebagainya.

aktifitas di umalengge

Umalengge, berlokasi di desa maria kecamatan wawo kabupaten bima, 30 menit ke arah timur dari pusat kota bima, dan 40 menit dari bandara bima menggunakan roda empat ataupun roda dua, umalengge adalah sebuah situs budaya peninggalan masyarakat jaman dahulu sebagai tempat tinggal, tempat tinggal yang memang sebuah bangunan yang serbaguna, diatasnya adalah tempat tinggal, dan dibawahnya adalah tempat pertemuan dan dibawahnya lagi adalah tempat penyimpanan, ada tiga bagian dari uma lengge, kolong, tengah dan atas, lantas apa hubungannya?? tidak ada hubungan sama sekali, tidak ada. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh pemuda di umalengge, salah satunya adalah kegiatan budaya FESTIVAL UMA LENGGE yang diadakan pada tahun 2016 silam, kegiatan yang menggunakan anggaran dana dari swadaya setiap anggota panggita mbojo, bahkan bisa dikatakan anggaran tersebut datang dari antah berantah, tapi kegiatan tersebut terlaksana dengan baik dan benar. Apa kabar sekarang?

menunggu mati

Umalengge sekarang seperti mati suri, mati tidak, hidup tidak, semuanya tidak ada yang spesial, dari beberapa tamu yang datang pada sore ini, satupun tidak menikmati keadaan umalengge, satupun, seakan umalengge adalah sebuah tempat yang tidak ada artinya, bagi saya, tempat ini adalah sebuah ide, ide untuk mengeluarkan kata-kata yang tidak bisa dicerna sendiri bahkan oleh orang lain (mungkin). Terlepas dari budaya dan peninggalan sejarah, umalengge sore ini masih menyimpan sedikiit kenangan bagi saya walaupun saya meringgis sedikit, tapi tak apalah, umalengge tetap umalengge yang akan menjadi sebuah kenangan tersendiri dalam setiap langkah kaki kami nantinya dan akan diceritakan kepada generasi kami nanti bahwa di sini masih ada sebuah tempat yang tidak lekang oleh waktu. Di kompleks umalengge, masih tersisa 10 buah umalengge, sisanya adalah jompa, apa jompa? Ya, sebuah bangunan yang digunakan untuk lumbung padi, dan kenapa harus jauh dari pemukiman masyarakat sekarang? Jawabnya silahkan mencari di mesin pencari emisal google.com ataupun lainnya. Dengan jarak tempuh yang sangat ideal dari pusat kota bima, umalengge sampai dengan detik ini merupakan sebuah tempat persinggahan, bukan sebagai tempat kunjungan, para pejalan yang datang kesini masih menganggap ini adalah sebuah temapt yang tidak begitu penting untuk di kunjungi, namun pada dasarnya, umalengge adalah sebuah tempat yang sangat spesial, sangat-sangat spesial ketika kita merasakan sebuah tempat yang begitu tenang dan jauh dari keramaian. Kawan saya pernah menginap di area umalengge selama 3 hari 4 malam, bahkan dia masih ingin datang lagi ke sini untuk menikmai secuil keindahan yang tersisa, katanya “ketika kamu memasak makanan bandung di umalengge dan kamu menikmatinya, kamu tidak akan pernah merasakan nikmatnya makanan tersebut, seharusnya masakan bandung di masak dibandung dan di nikmati di bandung, begitu juga sebaliknya, masakan bima, harus di masak di bima dan di nikmati di bima, maka akan terasa nikmatnya”

ina hami, view perbukitan yang masih sedikit lengkap sebelum sampai di wilayah umalengge

memang benar kata kawan saya tersebut, menikmati keindahan sesuatu tidak akan cukup melalui media sosia ataupun lain sebagainya, datanglah secara langsung ketempatnya, nikmati keindahan yang ada di depan mata, rasakan sensasinya. _umalengge di ujung kehancuran _continue *gizan.
Please follow and like us:
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *