Ntumbu, Untukmu Sahabatku

Joe, apa kabar sahabat, semoga kau baik-baik saja, aku di sini baik-baik saja joe.

Pada sat aku menulis inni, aku sedang menulis sebuah kisah lainnya dengan memoriku untukmu joe, aku sedang menceritkan sebuah kisah kepada seseorang yang tidak kamu ketahui dia ada dimana dan dalam waktu yang entah kapan.

Hai joe, apa kabar lombok, di bima serasa matahari masih berpencar jadi semblan joe, di bima, suasana memanas ibarat bara api yang tidak kunjung redam sama sekali, joe, kau tau, bima sekarang semakin membabi buta, menghancurkan alam yang kita pandang setiap hari, saling membunuh manusia lainnya hanya karena sebuah kata-kata, tidak ada kata ma'af lagi untuk sebuah persahabatan joe.

Joe, kau tidak balik ke borneo kawan? Atau kau sudah betah untuk berlama di lombok, negeri yang memiliki sejuta masjid dan sejuta ulama? Kau tau joe, lombok itu indah, sangat indah, bahkan bisa di bilang keindahan surga yang terlempar dari genggaman tuhan untuk sebuah negeri yang memiliki pemimpin yang santun dan ramah, aku salut pada dirimu joe sahabatku.

Joe, semalam aku sempat ke rumah seseorang di pesa sana, namun sebelum aku kesana, aku sempatkan diri mengunjungi sebuah tempat di sebuah bukit, aku bersama tpal kesana untuk mendokumnetasikan satwa, aku sempat tertidur disana, dimata air yang merupakan sebuah mata air sisa dari atas.

Joe, aku kesana di rumah seseorang itu bersama seorang kawan yang asli ntori, aku ingin menelisik tentang sebuah kesenian yang dari dulu menjadi hutang bagiku secara pribadi joe sahabatku, kesenian yang begitu keras yang berada di tanah bima khususnya di daerah wawo sana, kau tau kan joe kesenian apa yang kumaksudkan, iya, kesenian NTUMBU atau dalam bahasa indonesianya adalah ADU KEPALA.

Layaknya banteng, atau binatang di hutan rimba sana, NTUMBU menggunakan kepala sebagai alat untuk melakukan atraksi, tidak ada benda tajam, hanya kepala yang mereka gunakan untuk melakukan kesenian tersebut.

Pada dasarnya, NTUMBU yang diceritakan oleh ama keso (red. Kasim) merupakan cerita akar yang kudapatkan pada malam ini, aku bersyukur pada tuhan masih dipertemukan dengan sang maestro NTUMBU ini pada malam itu joe, banyak kisah yang dia ceritakan padaku dan kawanku pada malam itu.

sosok maestro Ntumbu, Ama Keso atau KASIM yang berdomisili di desa Pesa Wawo NTB.

Joe, aku begitu bersemangat menceritakan ini padamu, karena pada suatu saat nanti, mungkin hanya kamu yang mau membaca tulisan ini, ya walaupun banyak yang akan mencoba membaca tulisan jelekku ini nantinya (entahlah).

Keso (red. Kasim) adalah awal dari ntumbu ini, yang melalanglang buana di beberapa daerah di nusantara ini untuk mempertunjukkan aksi NTUMBU ke khalayak ramai, banyak cerita beliau kemarin malam padaku tentang beberapa pertunjukkannya di nusantara ini.

Dahulu ketika orde baru berkuasa, beliau bersama beberapa orang muridnya pergi ke jakarta, mempertunjukkan NTUMBU di khalayak ramai, sekitar 3 kali beliau kesana untuk pertunjukkan NTUMBU, ama keso sekarang berumur sekitar 70 tahun sahabatku joe, sudah tua beliau namun masih kuat mengisap tembakau dan menenggak kopi racikan isterinya yang ditambah gula, manis kopinya karena aku mencobanya semalam, kau juga harusnya mencoba joe kopi racikan keluarga pak kasim ini.

Ketika dulu dijaman orde baru, keso dan murid-muridnya pernah kedatangan tamu dari jepang, sekitar puluhan orang di desa ntori, dekat rumahnya one irawan, itu tahun orde baru ya joe, bukan kemarin lusa, para nippon datang ingin mengetahui tentang NTUMBU joe, sampai mereka membawa seorang pemain sumo, ya sumo, mereka ingin mengetahui kekuatan ntumbu ini dibandingkan dengan kekuatan sumo yang terkenal di seluruh pelosok dunia, pemain sumo yang datang sungguh besar, pintu jalan rumah tidak muat ketika dia masuk, mereka ingin mengetahui NTUMBU yang dahsyat ini setelah mereka mendengar kabar di jakarta pada waktu lampau.

Ketika nippon datang di wawo dan melakukan atraksi ntumbu, ama keso adalah seorang yang masih kuat joe, dia bisa merobohkan sebuah tiang bendera dengan serudukannya, beliau belajar dari seorang guru, guru yang sudah tua juga, ada sekitar 30 orang yang belajar bersama keso pada guru tersebut.

Dahulu joe, ketika keso selesai menimba ilmu sama gurunya, beliau bersama kawan-kawannya di suruh oleh gurunya untuk pulang kerumah masing-masing, dan di antar dengan sebuah perkataan “murid-muridku, ketika kalian pulang nanti dan tidur di rumah kalian masing-masing, kalian akan bermimpi, apapun mimpi kalian, aku meminta kepada kalian, beritahu aku di esok harinya agar aku bisa memberikan sesuatu sesuai dengan mimpi kalian” “baiklah guru, kami akan melaksanakan apa yang guru katakan”.

Joe, masih kuat membaca tulisanku ini sahabat? Semoga kau masih betah.

“guru, dimana kau pernah berkata padaku untuk mengatakan semua tentang mimpiku padamu, guru, semalam aku bermimpi tidur bersama seorang wanita yang cantik jelita, sangat cantik jelita, ketika selesai aku menidurinya, aku diajak untuk ke suatu tempat yang sangat indah, dunia yang begitu indah sampai akhirnya saya tersadar dari tidur dan saya kita itu kenyataan guru”

“murid-muridku semuanya, kalian sudah mendengar apa yang dibicarakan oleh kasim, kalian boleh menertawakannya, namun apa yang dilihat oleh kasim sangat jauh berbeda dari apa yang kalian prediksikan, untuk kalian semua dan kasim, ketika kalian selesai berguru padaku pada malam hari ini, kalian boleh datang lagi dan kalian boleh pergi selamanya dari saya, itu pilihan kalian, namun ketika kalian memilih pergi, kalian selesai dan ketika kalian memilih untuk datang lagi, kalian akan mendapatkan yang lebih lagi”

ke-esokan harinya joe, selama 9 hari berturut-turut, murid dari guru pak kasim tetap mendatangi rumah gurunya dan menimba ilmu yang lebih lagi, namun pada hari ke 2 dari 9 hari kedatangan mereka ke rumah gurunya, pak kasim di datangi oleh gurunya di rumahnya “kasim, dari mimpi yang kamu lihat 3 atau 4 hari yang lalu, ada satu hal yang harus kamu ketahui, dan aku bisa saja menurunkan ilmu permainan ini kepadamu dalam waktu yang singat, namun apakah kau sudah kuat” “sudah guru, apapun yang guru katakan, aku sudah siap menerimanya” “kasim, ada sebuah permainan yang tidak aku katakan kepada kalian selama kalian berguru padaku, permainan yang sangat keras yang hanya lelaki sejati yang memainkannya berdasarkan gerakan-gerakan yang lembut dan tegas, permainan yang mungkin kamu sendiri pada suatu saat nanti akan mengerti kasim” “guru, silahkan” “permainan ini bernama NTUMBU” “ apa itu NTUMBU guru” “ya ntumbu kasim, adu kepala layaknya kerbau liar yang ada di belantara sana yang memperebutkan wilayah kekuasaannya” “baik guru, saya dan kawan-kawan saya akan menerimanya” dan itu adalah awal pak kasim menerima perkataan permulaan sebelum permainan ini dimainkan.

Joe, setelah pak kasim dan kawan-kawannya selama sembilan hari berguru khusus tentang NTUMBU, beliau di undang untuk mempertunjukkan permainan NTUMBU di daerah sape, sebanyak 4 orang ditambah dengan gurunya pergi menunaikan undangan ke sape, sampai di sape disambut oleh permainan gantao oleh seorang pua yang berdomisili di sape na'e, pua tersebut sungguh lincah dalam memainkan permainan gantao tersebut sampai-sampai guru pak kasim sangat tiidak di hormati oleh permainan gantao tersebut sehingga akhirnya pak kasim turun tangan langsung membela gurunya dengan permainan gantao tersebut, akhirnya pak kasim berhasil mengalahkan pemain gantao tersebut dengan sekali seruduk, pemain gantao tersebut akhirnya bergelantung di pagar halaman rumah orang sejauh 5 sampai 6 meter dari tempatnya berdiri dan pak kasim langsung menghadap gurunya dan duduk bersimpuh meminta ma'af karena sudah terlalu mengeluarkan kekuatan, gurunya hanya tersenyum dan masyarakat sekitar begitu ternganga melihat kejadian tersebut, masyarakat hanya bisa mengamini apa yang dilakukan oleh pak kasim kepada pemain gantao tersebut “ama keso, kenapa ga di bunuh sekalian pemain itu ama, pemain gantao tersebut sungguh merepotkan kami di sini, begitu angkuh dan congkak di kehidupan masyarakat” ama keso (red. pak kasim) hanya tersenyum mendengar perkataan masyarakat tersebut dan guru ama keso pun tersenyum, sampai pada akhirnya merekalah yang menghibur warga di sape pada saat itu dengan beberapa permainan, gantai, manca dan ntumbu.

cucu dan istri Ama Keso

O iya joe, manca itu adalah permainan silat yang dilakukan oleh dua orang, permainan menggunakan alat berupa pedang atau tongkat, gantao adalah permainan silat yang dilakukan oleh dua orang tampa menggunakan alat berupa pedang atau tongkat kayu.

Joe, Gantao tidak bisa berjaan bareng dengan manca rupanya karena beda dalam seni gerak. Dalam susunan permainannya, sebelum Ntumbu akan di buka oleh permainan Manca, tampa dibuka oleh permainan manca maka Ntumbu tidak bisa dilakukan karena itu merupakan sebuah syarat tersendiri dalam permainan Ntumbu ini.

Joe, Ntumbu merupakan sebuah gerakan yang berdasarkan dari gerakan sholat, ada beberapa gerakan dalam Ntumbu yang menggambarkan itu, gerakan yang sangat halus dan lembut serta tegas, gerakan yang sangat menginspirasi (bagiku sebenarnya).

Joe, masih banyak yang akan ku ceritakan dari cerita ini kepadamu sahabat, namun belum bisa mendapatkan kata-kata yang pas untuk menceritakan ini semua, tentang budaya tentang sejarah, tentang kehidupan pada jaman dahulu yang membentuk kehidupan pada jaman sekarang, joe, aku tau, kau akan bosan membaca ini, namun aku sudah mencoba untuk menceritakan ini secara lengkap kepadamu, jika aku tidak bisa menceritakan secara lengkap, mungkin kamu dan kawan-kawanmu suatu saat nanti akan menceritakan secara lengkap kepada yang lain apa yang aku ceritakan ini.

Joe, kapan kau ke bima lagi sahabat??

*gizan, dari pagi ke sore tanggal 10 mei 2017 setelah semalam aku mendapatkan ujian yang sangat besar dalam perjalananku, sungguh sebuah pengalaman yang tidak ingin aku ceritakan kepada siapapun, aku takut sahabat, sungguh takut. “joe, rekaman wawancaraku bersama ama keso masih ku simpan, mungkin suatu saat kau mau mendengarnya”

Please follow and like us:
1

2 thoughts on “Ntumbu, Untukmu Sahabatku

  • mungkin tak perlu aku menyebutkan engkau sudah tahu jawabanku kan om ?
    terima kasih telah menceritakanya kepadaku tentang sejarah Ntumbu,aku sangat ingin mendengarnya langsung dan jika mempunyai kesempatan bisa bertemu langsung dengan pak kasim.aku juga penasaran ingin mendengarkan langsung

    doakan aku segera menyentuh tanah mbojo kembali setelah aku berkelana beberapa bulan kedepan

  • Pemuda yang bijak,adalah mereka yang selalu menghargai sejarah dan kebudayaan negerinya.
    Saluut.. ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *