Tentang Negeriku, Sahabat…

Hai joe, apa kabar, semoga kau sehat selalu kawan, semoga kau selalu kuat untuk menyusuri setiap langkah dan jejak di negeri ini, dan semoga kau masih ingat akan aku sahabat, aku di bima masih sehat dan kuat, walaupun aku sedikit sakit sekarang, bukan karena badan sudah mulai menuai, namun lebih pada jiwa yang tidak mau berkompromi akan sesuatu yang aku sendiri tidak mengerti kenapa harus seperti ini.

Joe, aku dengar kau sudah di lombok lagi sekarang sahabat, semoga kau tidak pernah bosan untuk berkunjung ke negeriku yang tidak cantik dan tidak elok ini, aku tau, kau akan kembali lagi ke negeri asalmu, namun aku mengharap kau bisa hadir di tempatku walaupun hanya sehari atau dua hari, aku ingin melihat kumismu apakah makin tebal atau semakin panjang ke samping sahabat.

Joe, tidak ada yang bisa aku ceritakan mengenai semua perjalananku ini kepadamu, tidak ada yang bisa aku katakan lagi kepadamu tentang kehidupan di negeriku ini sahabat, mungkin aku kehabisan kata-kata atau memang aku yang sedikit “bodoh” akan sesuatu sehingga aku tidak bisa lagi mengatakan apa-apa kepadamu sahabat.

Joe, sebenarnya banyak cerita yang ingin aku perdengarkan kepadamu, tentang segala hal di negeri ini, namun kembali lagi seperti kataku tadi, aku mulai kehabisan kata-kata untuk bercerita kepadamu tentang permasalahan yang ada di negeri ini, negeri tempat aku berpijak ini bukan negara yang aku cintai ini, namun aku tidak tahu bagaimana caranya aku bercerita dan memulai semuanya ini sahabat.

Pada awalnya, aku ingin bercerita kepadamu tentang sebuah kompetisi fotografi yang diadakan oleh pemerintah kota di negeri ku ini, dimana banyak kerancuan yang ada dalam penyelenggaraannya, mulai dari penjurian sampai dengan hasil dari kegiatan tersebut, banyak kawan-kawanku yang protes akan kegiatan tersebut, namun pemerintah kota di negeri ini rupanya sedikit mau mendengar akan masukan dan kritikan dari kawan-kawanku yang notabene merupakan orang-orang yang dengan ikhlas membantu dan ingin memajukan kota di negeriku ini, dan pada akhirnya, kawan-kawanku ada yang di undang ke kantor pemerintahan untuk sedikit membantu kegiatan tersebut, menyusun skema dan aturan serta lain sebagainya.

Terlepas dari hal tersebut, ada banyak kegiatan di kota negeriku ini yang aku lihat dan perhatikan hanya sebuah simbolis belaka karena di adakan oleh pemerintah kabupaten atau kota di negeriku ini, belum selesai satu masalah timbul satu masalah yang menyeret aku dan kawan-kawanku berdebat dengan mereka, perdebatan yang tiada ujung pangkalnya dimana joe. Apakah aku dan kawan-kawan harus melepas diri dari permasalahan yang timbul ini atau memang harus masuk kedalamnya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut yang secara bukan kami yang memulainya.

Kegiatan selanjutnya adalah pameran pembangunan yang diadakan oleh pihak kabupaten di negeri ku ini yang berlokasi di salah satu gedung pertemuan masyarakat di seberang dari kota negeriku ini, riuh gemuruh pengunjung yang datang di pameran pembangunan tersebut, bermacam permainan dan kegembiraan yang ada di sana ketika itu, namun semuanya itu hanya seremonial yang menghabiskan anggaran yang tidak bisa di bilang sedikit, setidaknya jika anggaran untuk kegiatan tersebut di alokasikan untuk pembangunan di segala bidang, aku rasa akan sangat cukup, namun pemerintah dan aku serta kawan-kawanku sangat berbeda pendapat akan hal itu, mereka pemerintah dan kami hanya orang-orang yang tidak tau apa itu pemerintahan, maka jadilah pameran pambangunan itu adalah pameran yang kosong plong tidak ada apa-apanya, bahkan aku bisa bilang, pameran tersebut tidak mendapatkan target yang sesuai dengan keinginan bahkan jauh melenceng dari apa yang diharapkan.

Pameran pembangunan merupakan ajang showcase dari pencapaian pemerintah di tiap bidang pada setiap daerah yang berada dibawahnya baik itu tingkat kecamatan ataupun tingkat desa, semua di tampilkan di ajang ini, namun seperti yang aku bilang tadi sahabat, pameran pembangunan ini kosong plong tidak ada manfaat sama sekali kecuali manfaat menghabiskan anggaran.

Pendapatku mudah saja sebenarya joe, dengan adanya pameran pembangunan ini, seharusnya pemerintah bisa mengelola dengan baik dan benar sehingga menghasilkan PAD yang sepadan dan menarik investor luar untuk berkunjung ke bima dan menanamkan investasinya di bima, namun itu semua bukan mimpi tapi itu khayalanku belaka rupanya yang tidak ada arti sama sekali, andainya pemerintah mau bekerjasama dengan pihak ke-III dalam pengelolaan pameran pembangunan tersebut, akan sangat nampak perbedaannya, aku berikan satu contoh sahabat, bidang komunikasi dan infrmatika atau nama barunya dinas komunikasi dan informatika begitu antusias untuk menayangkan video-video yang bertemakan tentang budaya dan destinasi pariwisata di bima dan NTT dan itu semua adalah milik kawan-kawan yang suka jalan-jalan, terpikir olehku, kenapa harus dinas ini yang menayangkan video-video tersebut bukan di dinas pariwisata? O iya, apakah kau mau tahu bagaimana isi dari stand dinas pariwisata? Isinya hanya tenun songket, 6 buah foto di cetak ukuran besar, tampa ada brosur destinasi wisata, tanpa ada orang yang menjelaskan kepada pengunjung desstinasi wisata di bima, tampa ada video pariwisata, tampa ada video budaya, dan itu sangat miris aku lihat, sekelas dinas pariwisata kabupaten yang pada kesempatan ini memiliki anggara yang cukup untuk mempromosikan wisata bima namun di tidak dilakukan, sasaran sangat jelas pada kesempatan tersebut dan masyarakat sangat banyak yang datang, ah sudahlah sahabat, aku bosan membahas ini, lebih baik kita bahas yang lain saja.

Joe, kamu pasti tahu hobiku seperti apa, menenteng kamera kesana kemari dengan lensa yang cukup berat, ya kamu pasti tahu kegunaan dari itu semua, membidik untuk mendokumentasikan satwa dialamnya, satwa yang begitu bebas terbang kesana kemari dengan riang hati, untuk saat sekarang aku dan si tpal sedang mendokumentasikan masa berkembang biaknya elang alap kelabu, satu bulan lebih aku dan tpal memantau perkembangannya, sampai tulisan ini aku post kan, aku dan tpal masih memantau elang tersebut bersama bayi-bayinya yang baru menetas. Ah dunia satwa tidak pernah berbohong sahabat, keindahan dan ke-elokan rupanya sangat bisa menyihirku untuk kembali dan kembali lagi.

Joe, nanti aku lanjutkan lagi ceritaku, aku pergi dulu.

*gizan.

Please follow and like us:
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *